Kepala KUA Sewon Beri Tausyiah dalam Peringatan Hari Jadi Kal. Pendowoharjo Ke 76

Diposting pada 43 views

 

Pemerintahan Kalurahan Pendowoharjo Sewon pada malam Senin, 25/12/2022 mengadakan Pinuwunan dan doa bersama di Gedung Aula Manggolo Manis. Acara ini dihadiri oleh Forkompinkap Sewon dan seluruh Perangkat Kalurahan Pendowoharjo, “Malam ini adalah malam pinuwunan dan doa bersama, dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kalurahan Pendowoharjo yang ke 76 tahun,” terang Hilmi Hakimudin ketika di temui di kuncungan Gedung Manggolo Manis. “Usia Kalurahan Pendowoharjo yang memasuki 76 tahun banyak dinamika yang terjadi.

Banyak perubahan-perubahan dari tahun ke tahun, semakin maju menatap masa depan cemerlang. Dan itu semua berkat peran aktif dari masyarakat, ” tambah Lurah Pendowoharjo. “Kami menerima keterbukaan saran dan kritik dari warga masyarakat, insyaAllah kami akan melayani dengan sepenuh hati demi kemajuan kita bersama. Harapan kami, Kalurahan Pendowoharjo menjadi salah satu Kalurahan yang dapat menginspirasi,” pungkas Hilmi Hakimudin.

Sementara itu, Panewu Sewon dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kalurahan Pendowoharjo. “Pada malam hari ini saya sangat bangga sekali karena bisa hadir membersamai bapak ibu sekalian dalam rangka pinuwunan dan doa bersama. Selamat ulang tahun yang ke 76 untuk Kalurahan Pendowoharjo, ” papar Hartini. “Kami berharap Kalurahan Pendowoharjo semakin solid dalam bekerja. Banyak prestasi yang telah di torehkan oleh Kalurahan Pendowoharjo. Saya yakin ke depan akan lebih baik lagi,” tutup Panewu Sewon tersebut.

Setelah istirahat di lanjutkan dengan mauidloh hasanah oleh Ustadz H. Mustafied Amna. Beliau mengungkapkan pentingnya bersyukur dan menghargai para pendiri kelurahan yang sudah mendahului kita dengan belajar keberhasilan meraka dan juga mendoakan nya. Disamping itu Mustafied Amna yang juga sebagai Kepala KUA Sewon itu memberikan konsep 3 ktriteria kalurahan yang maju dalam Surat Al-Quraisy. “Pertama, Falya’buduu rabba hadzal bait, yaitu masyarakat yang senang beribadah kepada Rabb hadzal bait, Ka’bah, yaitu Allah SWT, Kriteria yang kedua, kata dia, Alladzi ath’amahum min ju’in, yaitu potensi ekonomi yang kuat atau dalam istilah jawa disebut wong sing wetenge ngelih, pikiran ngalih, yaitu orang yang perutnya lapar dapat mempengaruhi kualitas seseorang dalam mengerjakan sesuatu. dan yang ketiga adalah wa amanahum min khauf, yaitu selalu menjaga stabilitas keamanan.

Acara diakhiri dengan doa dan “kembul bujono” alias makan bersama untuk menumbuhkan keakraban dan kebersamaan yag sebelumnya di lakukan potong tumpeng yang dilakukan oleh Lurah Pendowoharjo diberikan kepada Amir Hakim, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Bamuskal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.